Tuesday, November 29, 2011

Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.)


Sinonim : = S. macrophylla, King. = S. mahagoni, (Bl.), Jacq. Familia : Meliaceae Mahoni ditemukan tumbuh liar di hutan jati, di tempat-tempat yang dekat dengan pantai atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Tanaman ini berasal dari Hindia Barat dan dapat tumbuh subur di pasir payau dekat pantai.

Pohon, tinggi 5-25 m, batangnya bulat, banyak percabangan, kayunya bergetah dan berakar tunggang. Daun majemuk menyirip genap. Helaian anak daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 3-15 cm. Daun muda berwarna merah, setelah tua menjadi hijau. Bunga majemuk tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga berbentuk silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunga lepas satu sama lain, berbentuk sendok, berwarna hijau. Mahkota silindris, berwarna kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari berwarna putih dan kuning kecoklatan. Mahoni berbunga setelah umur 7 tahun. Buahnya buah kotak, berbentuk bulat telur, berlekuk lima, berwarna coklat. Bijinya pipih, berwarna hitam atau coklat.

Mahoni merupakan pohon penghasil kayu keras dan digunakan untuk keperluan perabot rumah tangga serta barang ukiran. Mahoni dapat diperbanyak dengan biji.

kandungan Kimia
Mahoni mengandung saponin dan flavonoida

Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah biji yang dikeringkan, lalu digiling halus sampai menjadi serbuk.

Indikasi
Biji digunakan untuk pengobatan:
• Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
• Kencing manis (Diabetes Mellitus)
• Tidak nafsu makan
• Rematik
• Demam, masuk angin dan
• Eksim

CARA PEMAKAIAN:
1. Hipertensi:
a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah
dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore
hari.

b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir
air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

2. Kencing manis:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan
2-3 kali sehari.

3. Kurang napsu makan:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat,
lakukan 2-3 kali sehari.

4. Demam, masuk angin:
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni.diseduh dengan 1/4 cangkir air
panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.


Read More ..

Mindi Kecil (Melia azedarach L.)


Sinonim :
M. azadirachta L., M. dubia auct. (non. Cav.) How et T. Chen, M. dubia Cav., M. japonica G. Don., M. toosendan Sieb.et Zucc.

Familia :
Meliaceae
Uraian :
Mindi kecil kerap kali ditanam di sisi jalan sebagai pohon pelindung, kadang tumbuh liar di daerah-daerah dekat pantai. Pohon yang tumbuhnya cepat dan berasal dari Cina ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.100 m dpl. Pohon yang bercabang banyak ini mempunyai kulit batang yang berwarna cokelat tua, dengan tinggi sampai 4 m. Daunnya majemuk, menyirip ganda, tumbuh berseling dengan panjang 20-80 cm. Anak daun bentuknya bulat telur sampai lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, permukaan atas daun berwarna hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm. Bunga majemuk dalam malai yang panjangnya 10--20 cm, keluar dari ketiak daun. Daun mahkota berjumlah 5, panjangnya sekitar 1 cm, warnanya ungu pucat, dan berbau harum. Buahnya buah batu, bulat, diameter sekitar 1,5 cm. Jika masak warnanya cokelat kekuningan, dan berbiji satu. Perbanyakan dengan biji. Biji sangat beracun dan biasa digunakan untuk meracuni ikan atau serangga. Daun yang dikeringkan di dalam buku bisa menolak serangga atau kutu.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Sumatera: renceh, mindi kecil. Jawa: gringging, mindi, cakra-cikri. NAMA ASING Ku lian pi (C), xoan, sau dau, kho luyen, may rien(V), chinaberry, bead tree, persian lilac, barbados lilac (I). NAMA SIMPLISIA Meliae Cortex (kulit kayu mindi kecil), Meliae Fructus (buah mindi kecil).


Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Kulit akar dan kulit kayu mindi kecil (ku lian pi) rasanya pahit, sifatnya dingin, sedikit beracun (toksik). Ku lian pi masuk meridian hati, lambung, dan limpa. Berkhasiat membersihkan panas dan lembab, peluruh kencing (diuretik), pencahar (laksatif), perangsang muntah, dan peluruh cacing usus (antelmintik). Buah mindi kecil (chuan lian zi) rasanya pahit, sifatnya dingin, sedikit toksik. Chuan lian zi masuk meridian hati, usus kecil, dan kandung kemih, serta berkhasiat peluruh cacing usus (anthelmintik), mengaktifkan energi vital guna meredakan nyeri, dan sebagai obat luar berkhasiat antijamur. Daun berkhasiat peluruh kencing (diuretik) dan peluruh cacing. Seluruh tanaman berkhasiat pembunuh serangga. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Toosendanin merupakan komponen aktif pada mindi kecil yang berkhasiat antelmintik dan bekerja lebih lama dari santonin. Pada percobaan in vitro, infus Meliae Cortex dengan konsentrasi 25--50% menyebabkan kelumpuhan cacing keremi yang berasal dari tikus. Pemberian toosendanin 8 mg/kg BB pada tikus secara intravena (IV) atau intramuscular (IM) atau suntikan 0,4 mg/kg langsung ke pusat pernapasan di medulla, menyebabkan gagal napas. Ini menandakan toosendanin dapat menimbulkan depresi pernapasan.

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, buah, dan daunnya. Gunakan bahan segar atau yang telah dikeringkan. Kulit batang setelah dicuci, lalu jemur sampai kering. Lakukan Pemotongan sebelum penyimpanan. INDIKASI Kulit kayu dan kulit akar digunakan untuk mengatasi: - cacingan terutama askariasis, oxyuriasis, taeniasis, dan trichuriasis, - pemakaian luar untuk scabies dan jamur di kulit kepala (tinea capitis). Buah digunakan untuk mengatasi: - cacingan terutama askariasis (direbus bersama biji pinang dan buah ceguk), - sakit lambung, nyeri perut. Daun digunakan untuk mengatasi: - tekanan darah tinggi (hipertensi) CARA PEMAKAIAN Siapkan kulit kayu atau kulit akar yang kering sebanyak 15--30 g atau 30-60 g jika menggunakan yang segar. Rebus atau jadikan bubuk/pil. Jika menggunakan buahnya, rebus buah mindi kecil sebanyak 5--10 g, lalu minum airnya. Untuk pemakaian luar, rebus kulit kayu atau kulit akar, gunakan airnya untuk mencuci kurap atau membilas liang kemaluan yang gatal dan keputihan akibat infeksi trichomonas (trikomonal vaginitis). Kulit kayu atau kulit akar juga bisa dibakar/dipanggang, lalu giling sampai halus menjadi bubuk. Untuk pemakaian, tambahkan cuka atau minyak secukupnya pada bubuk tersebut, lalu oleskan pada kelainan kulit, seperti rubella (campak Jerman), erisipelas (infeksi akut pada kulit akibat Streptokokus), kurap di kulit kapala karena jamur (tinea kapitis), gatal-gatal akibat skabies, ekzema, dan koreng. Daun mindi kecil juga blsa direbus, gunakan airnya untuk mencuci kurap dan daunnya untuk mengompres koreng, bisul, ekzema, dan radang kulit akibat infestasi cacing. Daun segarnya jika diremas dan ditempelkan pada' pelipis bisa menghilangkan sakit kepala. Bunganya sebagai obat luar untuk sakit kepala. Contoh Pemakaian Cacing gelang (ascariasis) Cuci kulit kayu mindi yang kering (15--30 g), lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai air rebusannya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus pada malam hari. Lakukan selama 2--3 hari. Cacing tambang (ankylostoma) Cuci kulit kayu mindi yang kering dan biji pinang (masing-masing 15 g), lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai air rebusannya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus pada malam hari. Skabies Tambahkan cuka pada bubuk kulit kayu atau kulit akar secukupnya, lalu aduk sampai merata. Borehkan pada bagian kulit yang gatal. Lakukan 3--4 kali sehari, sampai sembuh. Kudis Rebus kulit kayu atau kulit akar mindi kecil secukupnya. Setelah dingin, gunakan air saringannya untuk mencuci bagian kulit yang kudis. Cuci dan tumbuk sampai halus daun mindi kecil yang masih segar (secukupnya). Bubuhkan pada bagian kulit yang kudis, lalu balut. Lakukan tiga kali sehari. Bakar kulit kayu mindi kecil secukupnya sampai hangus, lalu giling menjadi serbuk. Tambahkan air kapur sirih, lalu gunakan untuk menggosok bagian kulit yang kudis. Tekanan darah tinggi (hipertensi) Cuci daun mindi kecil yang segar (tujuh lembar), lalu rebus dengan dua gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Catatan: Zat berkhasiat pada mindi kecil yang bernama toosendanin jika digunakan dalam dosis pengobatan jarang menimbulkan efek samping. Meskipun demikian, kadang-kadang dapat menimbulkan gejala pening, mual, muntah, nyeri perut, diare, kemerahan pada muka (flushing), dan mengantuk. Pada beberapa pasien bisa menyebabkan penglihatan kabur dan gatalgatal. Gejala-gejala tersebut akan menghilang dengan sendirinya dalam 2--3 jam, dan pada sebagian pasien dapat lebih lama dari satu hari. Gejala tersebut akan sembuh spontan tanpa pengobatan spesifik. Sebagai peluruh cacing usus, efek samping toosendanin lebih sedikit daripada piperasin sitrat dan santonin. Efek samping yang berat timbul bila dosis ekstrak melebihi 0,8 mg pada orang dewasa. Gejala keracunan yang timbul berupa rasa kebas pada kaki dan tangan (neuri

Komposisi :
Kulit kayu dan kulit akar mengandung toosendanin (C30H38O11) dan komponen yang.larut (C30H40O12). Selain itu, juga terdapat alkaloid azaridine (margosina), kaempferol, resin, tanin, n-triacontane, ß-sitosterol, dan triterpene kulinone. Kulit akar kurang toksik dibanding kulit kayu. Biji mengandung resin yang sangat berracun, 60% minyak lemak terdiri dari asam stearat, palmitat, oleat, linoleat, laurat, valerianat, butirat, dan sejumlah kecil minyak esensial sulfur. Buah mengandung sterol, katekol, asam vanilat, dan asam bakayanat. Daun mengandung alkaloid paraisina, flavonoid rutin, zat pahit, saponin, tanin, steroida, dan kaemferol.


Read More ..

Tuesday, September 13, 2011

Manfaat semangka bagi kesehatan


Semangka dipercaya berasal dari gurun Kalahari, Afrika. Menurut para peneliti, buah ini pertama kali dipanen 5000 tahun yang lalu di Mesir dan menurut kepercayaan nenek moyang saat itu, buah ini terpakai untuk penguburan raja-raja agar roh mereka mendapat nutrisi di alam baka. Dan dari sanalah semangka dibawa keliling ke negara-negara di dunia.Hari ini, kita tahu bahwa yang sudah dikubur jelas tidak bisa lagi menikmati nutrisi semangka. Kitalah yang berhak menikmati lezatnya dan betapa bergizinya buah yang satu potongnya sama fungsinya dengan segelas air tersebut. Tapi ingat, ketika mengkonsumsi semangka, bagian hijau dekat kulitnya ialah bagian terpenting yang harus ikut anda makan selain warna merah/kuningnya saja.

Apa saja fungsi semangka?

1. Jika anda sedang diet, maka semangka adalah teman baik anda. Buah ini bebas lemak dan memiliki kombinasi kadar gula terbatas dan kadar air berlimpah. Apalagi, buah yang satu ini bersifat cepat mengenyangkan di dalam lambung.

2. Semangka sangat baik bagi pengidap hipertensi. Kandungan air dan kaliumnya yang tinggi bisa menetralisasi tekanan darah.

3. Semangka juga mempergiat kerja jantung

4. Antioksidannya termasuk betakaroten dan vitamin C membantu sel-sel tubuh tetap sehat.

5. Semangka juga berfungsi untuk merangsang keluarnya air seni lebih deras sehingga sangat baik untuk mereka yang mengalami gangguan buang air kecil.

6. Semangka bisa dipakai untuk menurunkan demam

7. Semangka bisa mencegah sariawan dengan ampuh

Apa benar semangka adalah buah anti kanker?

Semua berawal dari likopen. Likopen salah satu komponen karotenoid seperti halnya betakaroten. Tapi diibandingkan antioksidan lainnya, seperti vitamin C dan E, kekuatan likopen dalam memerangi radikal bebas jauh lebih ampuh. Radikal bebas berlangsung tak terkendali, baik karena pola makan yang kacau, polusi atau pikiran negatif, kekebalan tubuh akan menurun. Akibatnya ya berbagai macam penyakit dan kulit tubuhpun menjadi kering, suram, dan kendur.
Dengan likopen yang terdapat dalam semangka, radikal bebas bisa langsung lumpuh!

Likopen inilah yang mampu menumpas bibit kanker. Banyak makan semangka, bahkan setiap hari pun tak masalah, justru dapat menyusutkan risiko kanker mulut rahim dan kanker pankreas pada wanita. Terhadap kanker pencernaan, likopen semangka mampu mencegahnya hingga risikonya berkurang separuhnya, seperti kanker rongga mulut, kanker kerongkongan, kanker lambung, kanker usus besar, kanker anus. Begitu pula dengan kanker prostat. Wah!
Selain itu, likopen berguna untuk membuat wajah tampak bercahaya, tampak segar dan lebih muda. Bagi lansia, semangka tidak hanya membantu memulihkan gangguan kesehatan lebih cepat, namun juga membantu meningkatkan kemampuan mental dan ketajaman daya ingat.

Semangka disebut BUAH KUAT untuk pria, benarkah??

Likopen dalam semangka juga menyumbangkan kasiat khusus untuk pria menikah. Buah ini bisa meningkatkan kesuburan dan membantu membangkitkan gairah seksual pria. Bagi mereka yang rindu punya keturunan, buah ini juga bisa sangat membantu. Percaya atau tidak, penelitian menunjukkan bahwa senyawa sitrulin dalam semangka, memiliki efek afrodisiak yang sama hebatnya dengan viagra, tapi sama sekali tanpa efek samping. Mau coba?

Semangka lokal berbiji, semangka tanpa biji, semangka kuning, semangka merah, semangka impor, semangka bulat, semangka lonjong, atau varietas yang manapun itu, semangka tetap buah unggul dan berkhasiat tinggi! Jadikan buah ini sebagai kado cinta anda untuk keluarga. Aman dinikmati seberapa pun anda suka dan segarnya pun tiada tara.
Read More ..

Khasiat Daun Salam


Khasiat daun salam yang sangat bermanfaat bagi kesehatan untuk penyakit asam urat, diabetes, maupun untuk diet memang sudah tidak diragukan lagi. Daun salam, bernama latin Eugenia Polyyantha, lebih dikenal sebagai bumbu dapur di kuliner Indonesia. Orang Sumatera biasa menyebutnya mesalengan atau ubi serai. Orang Sunda mengenalnya sebagai gowok, sedangkan orang Jawa biasa menyebutnya dengan sebutan manting atau katolam.Daun salam banyak ditemukan di daerah pegunungan dan hutan, namun sebenarnya pohon salam relatif mudah ditanam di pekarangan rumah atau kebun. Karena berakar tunggang, pohon ini mudah dikembangbiakkan, misalnya dengan cara pencangkokan.

Ciri pohon daun salam, batang pohon bulat licin dan cukup besar, dengan tinggi sampai mencapai 25 meter. Satu pohon menghasilkan lembaran daun salam yang berlimpah. Tak heran kalau di pasar tradisional daun salam masih dijual orang untuk kembalian atau pengganti uang kecil.

Sebagai bumbu dapur, daun salam mengeluarkan aroma minyak astiri sebesar 0,05% untuk menyedapkan masakan. Selain itu juga terkandung zat sitral, eugenol, tanin dan flavonida. Khusus zat tanin, berkhasiat menciutkan [astringent], sehingga orang sering memanfaatkan daun salam untuk menghentikan diare, mengecilkan pori-pori kulit dan mengurangi keluarnya keringat. Khasiat daun salam memang tidak bisa dianggap remeh!

Dalam bidang industri, zat tanin digunakan dalam usaha kecantikan kulit. Hasil penelitian di FMIPA Universitas Indonesia dan Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada diketahui, daun salam berkhasiat menurunkan tekanan darah dan kolesterol darah. Di luar negeri daun salam dapat digantikan dengan daun laurier, bay leaf atau tidak sama sekali, karena ketidakhadiran daun salam juga tidak mempengaruhi rasa dan aroma masakan.

KHASIAT DAUN SALAM SEBAGAI OBAT

Diare > Cara membuatnya; ambil 10 helai daun salam, cuci bersih, rendam dalam segelas air panas selama 15 menit, tambahkan sedikit garam, lalu saring dan minum.

Kencing Manis > Cara membuatnya; ambil 7 lembar daun salam, cuci bersih, rebus dengan segelas air bersih sampai tersisa segelas. Setelah dingin, bagi menjadi dua bagian, untuk diminum dua kali dalam sehari.

Sakit Maag > Cara membuatnya; ambil 15-20 lembar daun salam, cuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai mendidih, tambahkan gula merah secukupnya. Minum seperti minum teh setiap hari sampai rasa perih di lambung hilang.

Alergi atau Gatal > Cara membuatnya; daun salam, kulit batang atau akar pohon salam dicuci bersih, giling halus sampai menjadi adonan bubur, usapkan di tempat yang sakit
Read More ..

Tuesday, June 21, 2011

Manfaat Tembelekan


Tembelekan kadang tumbuh liar atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini bisa ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 1.700 m dpl., pada tempat-tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau agak ternaung.

Perdu, tegak atau agak memanjat, tinggi 0,5 - 4 m, berbau. Batang berkayu, bercabang banyak, ranting bentuk segi empat, berduri, berambut. Daun tunggal, berhadapan, bundar telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut, perabaan kasar, panjang 5 - 8 cm, lebar 3,5 - 5 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berambut, warnanya putih, merah muda, jinga, kuning dan sebagainya. Buanh buni, tangkai berambut, masih muda hijau, bila masak hitam mengkilap.
Sifat dan Khasiat
Akar bersifat tawar dan sejuk. Berkhasiat sebagai pereda demam (antiperik), penawar racun (antitoksik), penghilang nyeri (analgesik) dan penghenti perdarahan (hemostatis). Daun bersifat pahit, sejuk, berbau da sedikit beracun (toksik) , yang berkhasiat menghilangkan gatal (anti-pruritus) , anti-toksik, menghilamngkan bengkak dan perangsang muntah. Sedangkan bunga tembelekan manis rasannya dan sejuk, berkhasiat sebagai penghenti perdarahan.

Kandungan Kimia
Daun mengandung lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, humule (mengandung minyak asiri), b - caryophyllene, g - terpidene, a -pinene dan r -cymene.

Bagian yang Digunakan
Daun, bunga dan akar. Pemakaian kering

Indikasi
Akar berkhasiat untuk mengatasi:

Influenza disertai demam tinggi,
TBC kelenjar (skrofuloderma),
Rematik, bengkak terbentur (memar),
Keputihan (leukorea),
Kencing nanah (gonore),
Gondongan (parotitis, mumps) dan
Sakit kulit yang berkaitan dengan gangguan emosi (neuridermatitis).

Bunga berkhasiat mengatasi:

TB paru dengan batuk berdarah
Sesak napas (asmatik)

Daun berkhasiat mengatasi:

Sakit kulit, gatal-gatal, bisul, luka
Batuk, dan
Rematik, memar, bengkak

Cara Pemakaian
Akar kering sebanyak 30 - 60 g direbus, lalu diminum. Pemakaian luar digunakan untuk radang kulit, eksim, jamur kulit (tinea), bisul, luka berdarah, tersiram air panas, gigitan serangga, memar dan keputihan. Caranya, daun dan ranting segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau direbus dan airnya digunakan untuk cuci.

Contoh Pemakaian
TB Paru dengan batuk berdarah
Bunga tembelekan kering sebanyak 6 - 10 g direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa separo, setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Minumlah pada pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2 gelas.

Rematik
Akar tembelekan kering sebanyak 1 genggam direbus dalam 5 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mandi.

Daun tembelekan segar secukupnya direbus, airnya digunakan untuk mandi

Daun tembelekan segar secukupnya dipipis. tambahkan air kapur sirih sambil diaduk sampai menjadi adonan seperti bubur kental. Borehkan pada bagian yang sakit.

Keputihan, Kencing nanah
Akar tembelekan kering sebanyak 45 g dipotong tipis-tipis lalu direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu dibagi sama banyak untuk 2 kali minum. pagi dan sore

Dermatitis, Eksim, Jamur Kulit, Bisul
Daun tembelekan segar sebanyak 1 genggam direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Hangat-hangat dipakai untuk mencuci kelainan kulit.

Bisul
Daun tembelekan segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Bubuhkan pada bisul, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali seharri.

Memar, Luka berdarah
Bunga dan daun tembelekan segar secukupnya dicuci lalu dibilas dengan air masak. Tumbuk kedua bahan tersebut sampai halus kemudian bubuhkan pada tempat yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali sehari.

Batuk
Daun tembelekan kering sebanyak 5 g direbus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. setelah dingin disaring, dibagi sama banyak untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore.

Perangsang Muntah pada Keracunan Makanan
Daun tembelekan segar sebanyak 1 genggam dicuci bersih lalu diseduh dengan setengah gelas air. Biarkan selama 15 menit. Hangat-hangat diminum sekaligus.

Catatan:
Kelebihan dosis menyebabkan pusing dan muntah.
Perempuan hamil jangan minum rebusan tembelekan, karena dapat menyebabkan kematian janin.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
Read More ..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...